Pharmart ApotekPharmart Apotek
BerandaSemua ProdukArtikel KesehatanTanya Apoteker
Harga, stok, dan Tanya Apoteker di toko ini mengikuti apotek ini. Klik untuk ganti apotek.

Artikel Kesehatan

Antibiotik Bukan Obat Flu: Cara Memakainya dengan Benar

1 November 2026 · 3 mnt baca

Antibiotik membunuh bakteri dan tidak berpengaruh pada virus penyebab flu dan pilek. Memakainya tanpa perlu hanya menambah efek samping dan mempercepat munculnya kuman kebal obat.

Tidak sedikit orang datang ke apotek dengan pilek berat atau batuk berdahak hijau lalu langsung meminta antibiotik. Permintaan itu bisa dimengerti, karena dulu antibiotik memang sering diberikan untuk keluhan seperti ini. Sekarang kita tahu sebagian besar keluhan itu disebabkan virus, dan antibiotik tidak bekerja melawan virus.

Keluhan yang tidak butuh antibiotik

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut antibiotik tidak menyembuhkan:

  • pilek dan hidung meler, termasuk yang ingusnya kental, kuning, atau hijau
  • sebagian besar radang tenggorokan, kecuali radang karena bakteri streptokokus
  • flu
  • sebagian besar bronkitis

Tinjauan Cochrane tahun 2013 juga tidak menemukan manfaat antibiotik untuk pilek biasa, baik pada anak maupun dewasa. Yang ditemukan justru efek samping yang lebih banyak.

Efek samping yang sering diremehkan

Antibiotik bisa menimbulkan ruam, pusing, mual, diare, dan infeksi jamur. Yang lebih serius, antibiotik bisa memicu infeksi usus berat oleh bakteri Clostridioides difficile serta reaksi alergi yang mengancam nyawa. CDC mencatat bahwa pada anak, efek samping antibiotik adalah penyebab paling umum kunjungan ke unit gawat darurat yang berkaitan dengan obat.

Kuman yang kebal obat

Setiap kali antibiotik dipakai, bakteri yang paling tahan punya kesempatan bertahan lalu berkembang biak. Seiring waktu muncul bakteri yang tidak lagi mempan diobati. WHO menyebut penyalahgunaan dan penggunaan antimikroba yang berlebihan sebagai pendorong munculnya kuman kebal obat.

Dampaknya sudah nyata. Analisis global di jurnal The Lancet memperkirakan bahwa pada 2019 resistensi antimikroba bakteri menjadi penyebab langsung 1,27 juta kematian dan terkait dengan 4,95 juta kematian di seluruh dunia.

Kalau dokter meresepkan antibiotik

Antibiotik tetap sangat penting untuk infeksi bakteri. Kalau dokter meresepkannya:

  • minum tepat seperti yang tertulis di resep, termasuk jam minum dan lamanya
  • jangan menyimpan sisa antibiotik untuk dipakai lain kali
  • jangan memberikan antibiotik Anda kepada orang lain, walaupun keluhannya terlihat sama

CDC menjelaskan bahwa menyimpan sisa antibiotik itu berisiko. Obat yang tidak tepat untuk penyakit berikutnya bisa membuat pengobatan yang benar jadi tertunda.

Di Coapotek, antibiotik hanya kami berikan dengan resep dokter. Kalau Anda ragu apakah keluhan perlu diperiksakan, apoteker kami bisa membantu menilai dan menyarankan obat untuk meredakan gejala flu.

Sumber

  1. Centers for Disease Control and Prevention. Healthy Habits: Antibiotic Do's and Don'ts.
  2. Kenealy T, Arroll B. Antibiotics for the common cold and acute purulent rhinitis. Cochrane Database of Systematic Reviews, 2013.
  3. World Health Organization. Antimicrobial resistance, fact sheet.
  4. Antimicrobial Resistance Collaborators. Global burden of bacterial antimicrobial resistance in 2019: a systematic analysis. The Lancet, 2022, volume 399, halaman 629 sampai 655.

PT Pharmart Apotek Indonesia

SIA 28122200489210001NIB 0812230027840NPWP 10.328.036.1-019.000PSE 100826000100000010001

Pharmart Apotek• We Care About Your Health.

Apotek, Toko Herbal, dan Edukasi Kesehatan.

Scan Barcode

Keranjang

Cabang Pharmart Apotek

Memuat…

Apotek Anda

Tanya Apoteker
Apotek Pharmart Benhil

Masuk

Memuat…