Pharmart ApotekPharmart Apotek
BerandaSemua ProdukArtikel KesehatanTanya Apoteker
Harga, stok, dan Tanya Apoteker di toko ini mengikuti apotek ini. Klik untuk ganti apotek.

Artikel Kesehatan

Tekanan Darah Sudah Normal, Bolehkah Obat Hipertensi Dihentikan?

1 November 2026 · 2 mnt baca

Tekanan darah yang normal saat rutin minum obat biasanya tanda obatnya bekerja, bukan tanda sudah sembuh. Hipertensi jarang terasa, jadi berhenti sendiri bisa membuatnya naik lagi tanpa disadari.

Pertanyaan ini sering kami dengar dari pelanggan yang sudah beberapa bulan minum obat darah tinggi. Tensinya sudah bagus, badan terasa sehat, lalu muncul keinginan untuk berhenti. Jawaban singkatnya: jangan berhenti sendiri. Bicarakan dulu dengan dokter yang meresepkan.

Hipertensi jarang terasa

WHO memperkirakan ada 1,4 miliar orang dewasa berusia 30 sampai 79 tahun di dunia yang hidup dengan hipertensi pada 2024. Kebanyakan dari mereka tidak merasakan gejala apa pun, dan cara yang bisa diandalkan untuk mengetahuinya hanyalah mengukur tekanan darah.

Karena tidak terasa, merasa sehat bukan ukuran. Tekanan darah yang normal saat sedang rutin minum obat biasanya berarti obatnya bekerja, bukan berarti penyakitnya sudah hilang.

Masih banyak yang belum terkendali

Masih menurut WHO, hanya sekitar 44% penderita hipertensi yang sudah terdiagnosis dan diobati, dan hanya sekitar 23% yang tekanan darahnya terkendali.

Salah satu sebabnya adalah obat yang tidak diminum sesuai resep. Tinjauan Burnier dan Egan di jurnal Circulation Research (2019) menyebut ketidakpatuhan minum obat sebagai faktor yang sudah lama dikenal di balik tekanan darah yang tidak terkendali. Bentuknya beragam: tidak pernah memulai pengobatan, minum tidak sesuai anjuran, sampai berhenti di tengah jalan. Tinjauan yang sama mencatat hipertensi sebagai penyebab utama kematian akibat penyakit tidak menular di dunia.

Supaya obat tidak terlewat

  • Minum di jam yang sama setiap hari, misalnya setelah sarapan.
  • Pakai kotak obat mingguan, jadi mudah terlihat kalau ada yang terlewat.
  • Tebus obat sebelum habis, jangan menunggu tablet terakhir.
  • Kalau ada efek samping yang mengganggu, ceritakan ke dokter. Sering kali dosis atau jenis obatnya bisa disesuaikan tanpa harus berhenti.
  • Ukur tekanan darah di rumah secara berkala dan catat hasilnya untuk dibawa saat kontrol.

WHO juga mengingatkan untuk minum obat sesuai resep, tidak melewatkan dosis, tidak berbagi obat dengan orang lain, dan tetap datang kontrol. Di luar obat, pola hidup tetap berperan. Makan lebih sehat, lebih banyak bergerak, dan berhenti merokok membantu menurunkan tekanan darah.

Apoteker Coapotek bisa membantu menyusun jadwal minum obat yang mudah diikuti dan menjelaskan cara memakai alat ukur tekanan darah di rumah.

Sumber

  1. World Health Organization. Hypertension, fact sheet, 25 September 2025.
  2. Burnier M, Egan BM. Adherence in Hypertension. Circulation Research, 2019, volume 124, nomor 7, halaman 1124 sampai 1140.

PT Pharmart Apotek Indonesia

SIA 28122200489210001NIB 0812230027840NPWP 10.328.036.1-019.000PSE 100826000100000010001

Pharmart Apotek• We Care About Your Health.

Apotek, Toko Herbal, dan Edukasi Kesehatan.

Scan Barcode

Keranjang

Cabang Pharmart Apotek

Memuat…

Apotek Anda

Tanya Apoteker
Apotek Pharmart Benhil

Masuk

Memuat…