- Kategori Kehamilan
- C
- Perhatian
- Mengandung parasetamol. Jangan diminum bersama obat lain yang juga mengandung parasetamol, dan jangan melebihi dosis, karena dosis berlebih bisa merusak hati. Tanyakan dokter lebih dulu bila memiliki gangguan hati atau ginjal, atau rutin minum alkohol.
Mengandung pelega hidung tersumbat. Tanyakan dokter lebih dulu bila memiliki tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes, gangguan tiroid, glaukoma, atau pembesaran prostat.
Bisa membuat jantung berdebar, gelisah, atau sulit tidur.
Untuk batuk kering yang mengganggu. Tidak cocok untuk batuk berdahak banyak, asma, atau batuk perokok yang menahun.
Jangan dipakai lebih dari 7 hari tanpa saran dokter. Periksakan ke dokter bila gejala tidak membaik, demam tidak turun setelah 3 hari, sesak, atau batuk berdahak hijau atau berdarah.
- Kontraindikasi
- Alergi terhadap parasetamol.
Gangguan hati yang berat.
Tekanan darah tinggi yang berat atau penyakit jantung koroner.
Sedang atau baru saja (2 minggu terakhir) memakai obat antidepresan golongan MAOI.
- Efek Samping
- Jantung berdebar, gelisah, sulit tidur, mulut kering, sakit kepala, pusing, mual ringan.
Jarang terjadi reaksi alergi; hentikan pemakaian bila muncul ruam, bengkak, atau sesak.
- Interaksi Obat
- Obat lain yang mengandung parasetamol: jangan digabung, karena dosisnya bisa berlebih.
Warfarin (pengencer darah): bila diminum rutin setiap hari, efek pengencer darahnya bisa bertambah. Beri tahu dokter.
Alkohol: menambah risiko kerusakan hati.
Obat antidepresan (golongan MAOI, atau SSRI seperti fluoksetin): jangan digabung tanpa saran dokter, karena bisa menaikkan tekanan darah atau menimbulkan reaksi berbahaya.
Obat darah tinggi: efeknya bisa berkurang.
Obat pelega hidung lain (termasuk semprot hidung): jangan digabung.