- Kategori Kehamilan
- C
- Perhatian
- Bisa mengiritasi lambung. Tanyakan dokter lebih dulu bila pernah sakit maag, tukak atau perdarahan lambung, memiliki penyakit jantung, tekanan darah tinggi, gangguan ginjal atau hati, atau asma.
Gunakan dosis terendah yang masih efektif dan dalam waktu sesingkat mungkin.
Segera periksakan ke dokter bila feses hitam, muntah darah, nyeri dada, sesak, atau bengkak di wajah.
Jangan dipakai setelah usia kandungan 20 minggu kecuali atas anjuran dokter, dan hindari selama menyusui tanpa saran dokter.
Risiko perdarahan lambung dan gangguan ginjal lebih tinggi dibanding antinyeri sejenis, sehingga dibatasi paling lama 5 hari.
- Kontraindikasi
- Alergi terhadap obat ini, atau pernah sesak/asma kambuh setelah minum aspirin atau obat antinyeri sejenis.
Sedang mengalami tukak atau perdarahan lambung/usus.
Gagal jantung berat, gangguan ginjal atau hati berat.
Nyeri sekitar operasi bypass jantung.
Kehamilan trimester ketiga.
Sedang memakai aspirin atau antinyeri sejenis lainnya.
Risiko perdarahan tinggi atau sebelum operasi besar.
- Efek Samping
- Nyeri ulu hati, mual, perut kembung, diare atau sembelit, pusing, sakit kepala. Jarang: perdarahan lambung, kenaikan tekanan darah, gangguan ginjal, reaksi alergi kulit.
- Interaksi Obat
- Obat antinyeri sejenis lainnya dan aspirin: risiko luka lambung naik; jangan digabung.
Obat pengencer darah (warfarin, klopidogrel): risiko perdarahan bertambah.
Kortikosteroid (misalnya metilprednisolon): risiko luka lambung bertambah.
Obat darah tinggi dan obat pelancar kencing: efeknya bisa berkurang dan kerja ginjal bisa terganggu.
Litium dan metotreksat: kadarnya dalam darah bisa naik.