- Kategori Kehamilan
- D
- Perhatian
- Jangan berhenti atau mengubah dosis sendiri tanpa bertanya kepada dokter. Menghentikan obat epilepsi secara mendadak bisa memicu kejang berulang.
TIDAK BOLEH dipakai perempuan hamil dan sangat berisiko menyebabkan cacat janin serta gangguan tumbuh kembang. Perempuan usia subur harus memakai kontrasepsi yang efektif dan segera menemui dokter bila merencanakan kehamilan.
Dokter akan memeriksa fungsi hati dan darah secara berkala. Segera periksakan bila lemas berat, muntah, nyeri perut hebat, kulit menguning, atau mudah memar.
Bisa menyebabkan kantuk; jangan mengemudi bila mengantuk, dan hindari alkohol.
Waspadai perubahan suasana hati atau pikiran menyakiti diri sendiri; segera beri tahu dokter.
- Kontraindikasi
- Penyakit hati atau riwayat penyakit hati berat dalam keluarga.
Gangguan siklus urea dan penyakit mitokondria tertentu.
Kehamilan, kecuali tidak ada pilihan lain untuk epilepsi menurut dokter.
Alergi terhadap valproat.
- Efek Samping
- Mual, muntah, gemetar, mengantuk, rambut rontok, berat badan naik, nafsu makan berubah. Jarang tetapi serius: gangguan hati, radang pankreas, penurunan trombosit.
- Interaksi Obat
- Antibiotik golongan karbapenem (meropenem): kadar valproat turun drastis; jangan digabung.
Lamotrigin: kadar lamotrigin naik, risiko ruam kulit serius.
Aspirin: kadar valproat naik.
Obat epilepsi lain (fenitoin, karbamazepin, fenobarbital): kadarnya saling berubah.
Alkohol dan obat penenang: kantuk bertambah.